Teori Keseimbangan Rindu

Posted: April 22, 2013 in Muhasabah Hati
Tag:, , , , ,

rindu3Ada pengertian yang membingungkan ketika kita terjangkiti virus rindu, kadang ia membangkitkan semangat, kadang pula ia menyurutkannya. Ibarat pasang surutnya lautan pesisir pada kerinduan bulan, naik turunya tak pernah bisa sesuai keingananya karena seganas apapun ombak lautan ia takkan bisa mengharapkan bulan slalu purnama. Ia pasrah pada kehendak dan keteraturan alam.

Secara umum, Rindu selalu punya gejala perpisahan, ia tak pernah lepas dari dua hal yaitu jarak dan waktu. Namun dalam beberapa kasus, ada gejala yang paling berbahaya dan harus dihindari yaitu tidak tahu. Ia tak pernah tahu apa yang ia rindukan, kadang tak tahu juga apa yang akan dia lakukan untuk mengobati kerinduan. Menurutku ini penyait kronis rindu stadium 4. Secara perlahan ia akan berjalan keruang kehampaan lalu bermetamorfosis menjadi mayat hidup yang berjalan tanpa tujuan. Obatnya tentu saja minta resep kepada Tuhan. Bahasa pribuminya Ajaran Agama.  Pertolongan pertamanya adalah buat dia tahu dulu apa yang harus dilakukan untukmengobati kerinduan lalu mulai mencari objek yang dirindukannya.

Dalam kasus lain ada yang sudah mengetahui objek yang dirindukannya, ia juga punya gejala yang sama, terpisah jarak dan waktu. Hanya saja ia tak bisa mengetahui keadaan, kabar, semua hal tentang yang dirindukannya. Karena mungkin rasa itu muncul dalam pertemuan yang terlalu singkat namun mem beri kesan mendalam dan tak bisa dilupakan. Ini penyakit rindu stadium 3.  Inilah pengamalanku akhir-akhir ini.  Setiap malam haanya bisa menatap jauh ke timur, berdialog dengan awan, mengharapkan bayangan itu muncul dari selimut gelapnya malam, bintang-bintang ibarat lampu-lampu sorot konser yang siap menyambut sang diva datang dan menyugihkan senyuman. Rintikan hujanpun beralih fungsi menjadi deburan akustik alam yang menambah relung penghayatan. Dan saat bayangan itu datang, bintang-bintang kan meredup karena cahayanya tergantikan oleh indah cahaya pelanginya yang terbias oleh lembutnya embun pagi. Itulah mentari, sunrise in my heart. Kedatangannya menularkan semangat harapan, menghapus pekatnya misteri malam, dan menuliskan impian baru untuk masa depan.

Mungkin ada yang bilang ini sebuah keegoisan, karena semester ini aq harus mengambil mata kuliah tawakkal dalam universitas kehidupan. Objek penelitiannya luar biasa kwan, cinta yang selama ini dirindukaan. Ada yang bilang ini keanehan, tapi ku hanya bisa menyangkal bahwa ini adalah petunjuk tuhan. Aku mempelajari yurispredensi kehidupan, menggabungkannya dengan ayat-ayat kauniyah yang selama ini ku alami, lalu menyatukannya kembali dengan landasan teori ayat-ayat quraniyah dengan metode yang sangat kualitatif. Sabar, Syukur dan Tawakkal ia ibarat trias polica dalam pemerintahan hati dan pikiran. Menyeimbangkan langkah hambanya untuk terus meningkatkan potensi diri, di tengah aral melintang atau putus aasa yang kian meregang. Ia ibarat 3 variabel utama untuk menggapai cinta yang paling besar, yaitu pengertian. Pengertian tentang cinta kepada Sang Maha Cinta.

Aku menitipkan cinta ini kepada Sang Pemberi Cinta, berkomunikasi denganNya disetiap malam, berharap Sanga Maha Cinta menyampaikan kerinduan pada objek yang dirindukan. Ada rasa takut, trauma yang belum hilang, dan harapan yang begitu besar. Semuanya berkecamuk menjadi satu rasa yaitu kepasrahan. Faizaa ‘azamta fatawakkal ‘alallah, (Jika tekadmu sudah bulat, bertawakallah kepada Allah) karena Dia lah yang lebih memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, keabadian atau kehampaan. Tapi aku slalu percaya rasa ini tak akan pernah sia-siaa…

Ditengah godaan yang berusaha menggantikan, entah kenapa aku selalu melangkah menikmati kerinduan, walaupun dibayangi suramnya ketidakpastian. Karena Janji pada hati ini harus di buktikan. Rindu itu butuh keseimbangan kawaan. The right feel in the right moment, rindu saat akan memulai pekerjaan atau saat kau menyelesaikannya, hanya kau yang bisa mengatur kadarnya. Ibarat pemain bola, ia harus tahu kapan ia harus berlari, berjalan, mengambil posisi, mendrible bola atau memasukkannya ke gawang kemenangan. Semua itu butuh latihan hati yang kan mendewasakan. Berdialog dengan hati, menuliskan secarik motivasi, mungkin bisa mejadi sarana pengikat hikmah yang kau pelajari setiap hari…,

Cinta itu ibarat alam, susah dipredeksi… tapi lihatlah ada keteraturan yg tak terbantahkan…, dan saat kau mampu meresapinya kau akan melihat keindahaan…

Miss u…

Komentar
  1. kok bisa sih merindukan sesuatu yg g jelas?? trus kalo g jelas gitu knapa bisa ada perasaan rindu??

  2. Maulana Hamzah mengatakan:

    Karena rindu itu naluri, keindahan rasa yang muncul kala penantian cinta … this feel has illogical definition, it passes over hope, dreams and love…

  3. niaceria17 mengatakan:

    nice ul.,.
    karna jauh maka “ini” ada.. karna “ini” ada saat itupun akan terasa indah…,🙂

  4. Rani mengatakan:

    galau….. tapi indah….hmmmmmm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s