Fun Advertising VS Spam Advertising

Posted: November 22, 2012 in Lomba Blog, Pesan Sosial
Tag:, , , ,

Secara naluri, manusia diciptakan di muka bumi untuk bersosialisasi, berbagi rasa, bertukar cerita, yang menjadi lahan aktualisasi diri dan membuat eksistensi seseorang itu ada dan terasa. Maka dari itu tak heran bila dengan munculnya sosial media di dunia maya, ia dengan cepat menjadi “booming” dimasyarakat. Apalagi sosial media ini bersifat gratis, murah, dan tidak mengenal batas. Tiap orang kini bisa bertukar kabar dengan rekannya yang berada diseluruh penjuru dunia, masyarakat desapun kini dengan cepat bisa menangkap berita-berita terbaru yang biasanya hanya tersiar di kota. Perkembangan inilah yang kini dimanfaatkan para pengusaha baik yang berskala besar maupun kecil untuk memperkenalkan produk atau jasa mereka, memperlebar pangsa pasar dan akhirnya berharap meraih keuntungan yang berlipat ganda.

Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya, sosial media adalah peluang yang luar biasa. Dengan biaya marketing yang cukup murah dan pasar yang tanpa batas, tentu tak ada alasan untuk tidak memanfaatkan media ini secara optimal. Namun banyak dari para pengusaha berskala UKM baik yang baru maupun yang bermodal minim, “hanya” memanfaatkan sosial media sebagai trade media atau media jualan, baik dalam bentuk akun komersil, link-link referral hingga tagging foto-foto produk yang tak diharapkan. Pemanfaatan facebook di Indonesia saja banyak yang disalah gunakan, banyak yang punya akun-akun bayangan yang isinya cuma buat jualan, mencari sensasi atau sekedar iseng. Padahal hal ini secara legal melanggar ketentuan pengelola sosial media, dan secara sosial akan merusak fungsi sosial media yang sebenarnya yaitu media yang fun untuk berbagi.

Bayangkan ketika pertama kali anda membuat akun sosial media seperti facebook atau twitter, apa yang anda pikirkan? Sebagian besar orang berpikir ia ingin bersenang-senang disini, berbagi cerita ke teman, berbagi foto kebersamaan dan lain-lain. Itulah sebenarnya fungsi dasar sosial media yang membuatnya diminati banyak orang, karena ia bisa menjadi media sharing sekaigus fun. Dunia nyata kadang sudah begitu penat, sehingga banyak orang mencari kesenangan didunia maya. Namun bila tiba-tiba ada tagging foto yang sebenarnya tidak anda butuhkan, serta komen atau tweet yang terlalu serius, apalagi bernada jualan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan status anda hari ini, apa yang anda rasakan? Mungkin jengkel, ill feel , dan lain sebagainya. Itulah perasaan orang kebanyakan sebagai calon konsumen anda. Iklan anda malah akan dianggap sebagai spam. Nah kini tantangannya bagaimana menyampaikan produk kita via sosial media secara efektif tanpa menghilangkan prinsip dasarnya yang fun, sehingga iklan kita tetap dianggap fun advertising bukan spam advertising? mari kita membahasnya lebih lanjut..

Bila kita analisa secara komprehensif, ada beberapa alat (tools) berbagi dalam sosial media seperti status, notes, foto, video, music, event dan info. Kalau salah satu dari tool diatas bagus dan bermanfaat, biasanya mantionnya akan tinggi, komennya akan banyak dan followernya akan bertambah. Apalagi kalau ada teman yang merasa bahwa salah satu tool yang kita gunakan diatas sangat bermanfaat, ia akan dengan ikhlas menjadi “marketing gratisan” yang akan membagikannya ke teman-teman yang lainnya. Dan akhirnya system marketing getok ularpun berjalan. Maka dari itu jangan terlalu sering menulis status galau, kecuali anda seorang artis, tapi juga jangan terlalu serius juga kecuali anda seorang trainer terkenal seperti Mario teguh. Alami saja, tapi inspiratif dan membuat penasaran. Bikin branding anda di sosial media. Sedangkan yang membuat sosial media terkesan fun, biasanya adalah chat, gift, quiz, komen serta 3 media utama yaitu video, mp3 dan foto. Dalam metode fun marketing kesemua fasilitas ini harus dimanfaatkan secara fun, jangan terlalu kaku, membuat sesuatu yang unik dan penasaran apalagi bisa memanfaatkan momen seperti ulang tahun, membuat quiz yang bisa menyesuaikan tema up to date dengan produk yang akan kita jual, yang intinya be friend aja dengan semua teman kita di sosial media, bukankah status mereka adalah teman kita sebelum kelak akan menjadi pembeli produk kita, maka akan sangat aneh bila teman-teman kita menjadi lahan eksploitasi promosi-promosi kita yang belum tepat sasaran.

Setelah tadi kita mengetahui tentang tool – tool dalam sosial media, sekarang saatnya kita berbicara marketing. Aturan dasarnya adalah tingkatkan traffik dulu baru penjualan. Buat orang-orang banyak berkunjung ke akun anda, bangun kredibilitas anda. Setelah dirasa cukup baru anda mulai melakukan penawaran produk. Tapi bukan melalui akun, gunakan fasilitas fanpage dan group. Bila anda sudah memilki kredibilitas, like difacebook akan dengan cepat meningkat. Setelah metode like cukup bagus baru buat wadah berbagi yang lebih intensif dalam bentuk forum maupun group. Buat sesuatu yang unik didalamnya yang tidak akan didapatkan oleh teman yang belum bergabung, seperti special offer, special quiz hingga special member. Dan jangan lupa untuk terus melakukan riset pasar.

Makin variatif produk anda makin variatif juga konsumen anda, lakukan riset pasar, mana produk unggulan mana produk yang memerlukan inovasi lebih lanjut, lakukan segmentasi pasar, itulah gunanya fanpage, forum ataupun grup. Kita bisa memonitor prilaku konsumen dari sini. Gunakan bahasa yang sesuai dengan psikologi mereka, jangan lupakan event dan manfaatkan momen tersebut untuk lebih dekat dengan konsumen anda. Bila anda pernah melihat produk-produk pabrik besar di layar kaca yang bisa memanfaatkan momen, membuat video kreatif, membuat ritual dagang dan metode marketing unik lainnya. Anggap saja televisi itu adalah sosial media yang anda kelola. Buat program – program bagus yang kira-kira akan banyak peminatnya, baru diselingi iklan yang sesuai dengan program kegiatannya. Anda pasti bisa melakukan apa yang mereka lakukan, dan tentunya dengan harga yang jauh lebih murah, sangat UKM kan?

Namun masalah pertama yang paling krusial bagi UKM dalam pemasaran di sosial media adalah keamanan. Baik dari sisi penjual maupun pembeli, karena itu idealnya para pengusaha UKM bisa mencantumkan alamat kantornya, serta nama pemiliknya, dengan jelas, bagusnya lagi bila disertai foto. Berbagi foto kegiatan produksi juga akan menarik minat konsumen, apalagi dari situ mereka bisa bertanya dengan lebih leluasa tentang produk yang akan mereka beli. Memberi kesempatan bagi konsumen untuk bercerita tentang produk kita, baik dalam bentuk resensi, testimoni, maupun cerita “indomie” tentu akan semakin meningkatkan kepercayaan kita di mata konsumen. Apalagi bila kita mempunyai landing page baik dalam bentuk Blog maupun website, ini sangat dianjurkan. Selain sebagai back up, juga cukup memberikan rasa aman dan kepercayaan dari sisi konsumen.

Masalah yang kedua adalah memenuhi permintaan pasar. Ini terjadi bila produk suatu UKM sudah memiliki pasar dan kredibilitas yang baik, dan ini tentu adalah gerbang awal UKM untuk berkembang dan merambah pasar yang lebih besar. Kendala disini biasanya adalah modal, tenaga kerja, bahan baku dan lain sebagainya. Solusinya adalah dengan membuat konsep OPOP (One Page One Product) ini versi onlinenya OVOP (One Village One Product) yang sudah banyak berkembang disentra-sentra UKM di Indonesia. Cuma perbedaannya adalah konsep ini tidak memanfaatkan village (desa) tapi hanya memanfaatkan satu page/ blog/ website yang merupakan gabungan dari beberapa produsen UKM yang memiliki jenis produk yang sama.

Sebagai penutup, dalam menerapkan fun advertising hal yang paling utama adalah bagaimana kita memperlakukan konsumen kita sebagai teman dekat kita yang biasa diajak berbagi bukan hanya sebagai “orang lain” yang tidak peduli harus dieksplotasi. Temukan apa yang mereka butuhkan dan berikan kepedulian, bukankah itu yang biasa dilakukan seorang teman? Ingat semua orang butuh aktualisasi diri dan sangat senang dipedulikan. Termasuk anda bukan? Pedulikan konsumen anda seperti anda ingin dipedulikan orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s