Catatan Seorang Announcer….

Posted: November 2, 2012 in Kisah Hidupku
Tag:, , , ,

“103,5 Jambi FM, Menyentuh Hati Membina Generasi” itulah salah satu tagline yang biasa diucapkan setiap kali on air dengan nama samaran ilham. Sebenarnya banyak sekali teman2 yang nanya kenapa sih harus pake nama samaran, ada yang bilang nama aslinya kurang menjual, kepanjangan, takut di fansnin banyak orang hmm… gee r, kalo aku sih ngikutin kata produser ajaa hehe, oia ada satu lagi tagline yang kusuka “selalu dihati, selalu din anti” simple dan g banyak “r” nya, secara, gw kan sering kambuh cadelnyaaa….

Dear Frieads, Boi’s, Fesbukers And Muslimers. Ternyata asik juga yah jadi penyiar, berawal dari iseng-iseng ngobrol sama rekan kerja di primagama, yang nota benenya adalah istri tetanggaku sendiri, pengantin baru, hingga akhirnya pembicaraan qt sampai pada kisahnya yang resign dari penyiar karena alas an keluarga, dan sangat kebetulan dia sedang mencari penggantinya, langsung aja dia merekomendasikanku untuk mengisi lowongan yang die tinggalin. “Pucuk di cinta ulam nan tiba”, KEnapa? Secara aku baru pulang ke jambi, baru 3 bulan waktu itu, dan sangat ingin mengenal daerahku sendiri, peta ekonomi, komunitas-komunitas, aktifis-aktifis, peta wisata de el el, semuanya dengan cepat dapat kupelajari dari sini. Ini metode, Kalo ada yang pengen mengenal suatu daerah dimanapun itu, dengan cepat dan tepat, maka bekerja di perusahaan media adalah jalan pintasnya.  Setujuu??

Nama Radio itu adalah Jambi FM, udah tua sih umurnya (aku lupa nanya juga tuuh umurnya brapa??) dan merupakan satu-satunya radio islami di Jambi dengan frekwensi 103,5 FM. Ia Merupakan salah satu unit usaha CV Aska Multimedia, yang kantornya ternyataterintegrasi dengan rumah sang empunya radio. Jadi asyik kalo lapeer, haus, tinggal ke dapur ajaa, palagi kalo ga ada orang dirumah hehe. Kalo dihitung, jumlah penyiarnya ada banyak (g boleh nyebutin Jumlah) yang penting cewe-cowonya 1 : 4. Jadi sesuai ya dengan batas jumlah yang halal dinikahi haha, kebayang kan jadi gantengnya kaum minoritas di sini hahaha.

Banyak hal yang sudah kupelajari disini dari latihan bridging, olah vocal, artikulasi, mixing, membuat materi siaran, talk show, cara mengolah berita Koran menjadi berita siaran dan pelajaran yang paling penting adalah belajar ngeles.Itu inti dari semuanya, apalagi anak baru kerap membuat kesalahan.  Karena banyak seklai momen2 unpredictable yang bakalan kita hadepiin, dari sms yang diluar tema, telpon2 orang iseng, update berita yang belum pernah kepikiran, kecepatan berpikir dan ketrampilan berkomunikasi sangat di uji disini. Challenge boi, but it’s cool , Bagaiamana caranya menasehati dengan cara yang asyik, kalo ga tahu jawabannya, bagaimana kita bisa tetap kelihatan pinter, intinya penyiar itu harus kedengaran tetap asyik dan pinter, segalau apapun orangnya …. (huh… susuah ya).

Seperti diketahui diatas, ini adalah radio islami pertama dan satu2nya di Jambi, tapi karena rata2 penyiarnya masih pada kuliah, atao baru lulus, jadinya kita ga bisa formal2 amat. Ngeyel mulu sama anjuran produser, karena malah lebih mirip radio gau lainnya. Cuma gaulnya tetap sehat donk, karena kita tak pernah lupa untuk berbagi nasehat, member selingan hadist disetiap pertengahan program…, biar kita selalu insyaf…..

Tapi Alhamdulillah guys, selain pelajaran diatas. Disini aku juga mulai tahu tentang adanya sms siluman, telpon bayangan, permainan mixer, yang semuanya dibuat sebagai pemancing suasana, ato sebagai metode untuk menyampaikan pesan yang di harapkan. Teringat juga dengan namanya sulis yang setiap malam gw siaran selalu request lagu mayada yang berjudul ayah untuk menemani kesepian dan kerinduaan akan ayahnya yang sudah 2 tahun pergi untuk selamanya. Mendengarkan cerita mereka yang luar biasa, seakan mengajarkan kita untuk bijak menghadapi kehidupan. Mendengarkan kegalauan orang, kadang malah bisa menjadi obat yang menyembuhkan kegalauan kita sendiri. Kalo boleh jujur sih, penyiar saat ia memberikan sudat pandang baru, tentang curhatan seorang pemirsa, sebeanrnya ia sedang curhat pada dirinya sendiri, pada pengalaman masa lalunya, pada pengmalan pergaulannya, daan pada cerita-cerita motivasi yang pernah didengarnya…., dan saat itulah kadang ia menemukan jawaban untuk dirinya sendiri, yang kebetulan juga menjadi jawaban untuk curhatan pemirsa yang membutuhkan nasehat seorang teman…  (wah jadi srius bin lebay nih, tapi itulah hidup jangan menolak jutaan rasa yang akan membuat hidup kita lebih berwarna)

Intinya, I really appreciate for happiness and gokilness here…, pengalam booi, udah g disana, tapi suaraku masih nyangkut disana, buat iklan. Jarang2 kan orang ya ga ada, tapi suaranya masih bisa didengar 3 juta penduduk Provinsi Jambi hahahaa…, Dan satu hal yang kusadari disini, bila kita menjalani setiap rasa dan pekerjaan dengan perasaan mensyukuri, pasti kita akan lebih banyak menemukan harta karun petualangan yang kita cari,

inilah slah satu catatan puzzle kehidupanku…

dan tiap orang tentu punya gamabaran yang berbeda dengan puzzle merekaa…

karena kita semua adalah bagian dari puzzle sknario Tuhan yang saling mnyempurnakan…

Komentar
  1. […] Catatan Seorang Announcer.. […]

  2. nengsyillaalfath mengatakan:

    Kaya’y Assik ya jadi penyiar.,.
    pas SMA q pengen jadi penyiar radio tuh.,

  3. […] keegoisanku yang lainnya, dari kopdar bareng teman2 SD dulu, jadi tutor di lembaga privat ternama, penyiar disalah satu radio swasta, mengenal dunia broadcast, memproduksi sebuah film pendek, jalan-jaln ke Palembang, learning and […]

  4. Andre Bob Rinaldi mengatakan:

    Cara untuk daftar atau ikut jadi PENYIAR radio gimana kak.?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s