Kebersamaan Harapan dalam Da’wah bil-Qolam

Posted: September 29, 2012 in Pesan Sosial

An Essay for FLP

Perkembangan dunia yang begitu cepat, terutama dalam hal pengetahuan membuat manusia harus bisa terus menjaga dan mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya. Terlebih dengan adanya isu  ghazwul fikri (perang pemikiran) yang belakangan semakin tampak nyata. Banyak buku-buku bertebaran, namun menyesatkan, banyak novel-novel dibaca para pemuda, namun menjerumuskan. Hingga peran akan da’i-da’I dunia pena semakin dibutuhkan, hal itulah yang menjadi motivasi dasar saya mengawali langkah memasuki dunia tulis-menulis.

Dalam “Buku  Sakti Menulis Fiksi” terbitan ANNIDA disebutkan bahwa salah satu cara untuk menjaga motivasi menulis adalah masuk dalam komunitas yang sejalan dengan motivasi tersebut. Forum Lingkar Pena (FLP) dalam pandangan saya adalah sebuah komunitas tulis-menulis yang sangat produktif. Disisi lain dari banyak buku-buku atau tulisan-tulisan para aktifisnya, selalu mengandung nilai-nilai keislaman yang mencerahkan, sangat jarang ditemui ada tulisan-tulisannya yang menjerumuskan. Seakan menemukan mata air dipadang pasir FLP memberi penyegaran motivasi bagi para pejuang-pejuang pena untuk terus bertahan dan bersama memajukan da’wah bil-qalam ditengah aral dan teriknya persaingan.

Dalam Al-Quran kita akan menemukan satu surat yang bernama Qalam yang berarti pena, diayat pertamanya Allah SWT berfirman “Nun, demi qalam dan apa-apa yang mereka tuliskan”  yang secara kasar dapat ditafsirkan bahwa Allah SWT selalu mengawasi dan menilai tulisan-tulisan kita, sekecil dan sedikit apapun tulisan itu pasti ada nilainya, terserah apakah itu nilai positif ataukah nilai negatif maka beruntunglah orang-orang yang setiap huruf-huruf yang ia tuliskan selalu berdasarkan surat al-Alaq ayat 4 dan 5 “Yang mengajari mereka dengan perantaraan qalam, mengajari manusia apa-apa yang belum diketahuinya” . Dari sinilah, keinginan saya untuk bergabung dengan FLP muncul agar kelak saya termasuk kedalam golongan orang-orang yang beruntung tersebut.

Sebagai manusia yang menyadari kelemahannya, saya merasa membutuhkan sebuah saudara, sahabat dan keluarga yang senantiasa mendorong dan membimbing saya agar tidak keluar dari jalur istiqomah. FLP yang saya kenal adalah sebuah komunitas yang sangat kental menerapkan pola kekeluargaan, sehingga saya bisa membayangkannya sebagai tempat belajar dan berbagi pengalaman menulis yang sangat baik. Disamping itu FLP adalah komunitas yang besar secara regional bahkan sampai keluar negeri sehingga jaringannyapun sangat luas sehingga anggotanya bisa lebih luas lagi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. Hal ini jualah yang menjadikan dunia da’wah FLP sangat luas,  dan sesuai dengan salah satu cita-cita saya yaitu bisa berda’wah dan memberi manfaat saya kepada manusia secara lebih luas karena dalam pepatah yang pernah saya dengar, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya..

Saya sadar, di zaman sekarang virus-virus kemaksiatan dapat datang dari mana saja karena itu saya berpendapat keinginan untuk melawan virus tersebut juga bisa datang dari mana saja termasuk tulisan. Kita bisa bersama-sama melihat peran koran majalah, ataupun novel dalam mempengaruhi pola kehidupan manusia di zaman sekarang, sebut saja novel serial Harry Potter atau Da Vinci Code  yang banyak memberi kontroversi di berbagai belahan dunia. Tulisan-tulisan dikoran maupun internetpun sering menjadi lahan yang subur bagi para politikus untuk mengembangkan sayap politiknya. Hal-hal yang seperti inilah yang membuat saya prihatian dan memotivasi saya sebagai seorang muslim untuk ikut berda’wah  dan berkecimpung dalam dunia tulis-menulis agar saya dan FLP kelak dapat bersama mempunyai kontribusi untuk memenangkan islam dalam ghazwul fikri yang tanpa kita sadari sedang berlangsung saat ini.

Menulis adalah kebebasan sebagai profesi, namun juga harus terikat secara naluri, agar tetap terus berjalan dalam koridor yang benar, dengan semangat persaudaraan, kita bisa bersama-sama berjuang untuk berda’wah lewat tulisan, karena dengan kebersamaanlah kita akan menemukan persaudaraan dan dengan persaudaraan itulah kita dapat membangun kekuatan, dan dengan kekuatanlah kita dapat menciptakan perubahan, perubahan menuju jalan kebenaran, agar kita selalu mendapatkan ridho dari tuhan.

Oleh: M. Maulana Hamzah

                    

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s