Perjalanan ini…

Posted: April 17, 2012 in Muhasabah Hati

Ada sebuah cerita tentang sebuah perjalanan seseorang, jalan yang ia lalui tak pernah mulus ia selalu tersandung namun ia cepat belajar, walaupun kadang ia tersandung lagi dengan cara yang sama tahukah kau, Mengapa bisa demikian? Ia kurang pintar secara emosional, eh…kurasa bukannya ia tidak pintar tapi hanya belum bisa mengontrol dan sedikit bersabar, tapi ada satu hal yang membuatnya tetap tegar menjalani kehidupan melewati setiap aral, ia selalu mengambil pelajaran hikmah dan bila tersandung lagi ia berpikir positif saja, itulah kuncinya ia selalu bersyukur atas apa yang ia dapatkan, apa yang ia jalani, apa yang ia hadapi. Mungkin ini wejanagan basi, tapi ia akan terasa hangat kembali tatkala kita benar-benar merasakannya, dan bila kita masukkan kedalam mulut pikiran, dan diaduk oleh akal lalu mejadi sumber nutrisi hati ia akan tetap abadi sebagai warna kehidupan yang bahannya terbuat dari cairan jiwa yang kelak bisa mencerahkan setiap permasalahan yang ada. Ia sadar ia hanya manusia yang berpenyakit selalu kurang dan akan terus merasa kurang makanya satu-satunya obat hanyalah dengan berusaha mengisi dengan pengalaman, dan pengamalan karena teori tak akan mampu menjelaskan, hanya prakteklah yang mampu memaparkan.

Namun obat manusia tetaplah punya kelemahan selalu ada dosis dan efek sampingnya karena itu agar kesehatan jiwa tetap terjaga minumlah obat sesuai takarannya, apalagi jika kita mengingat jauhnya pejalanan hidup, kadang ego itu juga perlu untuk singgah kedalam hati-hati yang lain, untuk bisa saling berbagai, karena kita berjalan tidak sendirian selalu ada orang lain yang sedang berjuang mencari persinggahan egonya, tapi kesadaran bahwa ego itu liar harus tetap diperhitungkan, dengan apa? Dengan akal walau mereka kerap bertemu dalam medan pikiran, hati kerap mendamaikan, karena ialah sumber dua kekuatan bertolak belakang itu dan ialah sumbernya.

Dan bila kau bertemu mata air berhentilah, minumlah sejenak melepaskan dahaga jiwa dan bila kau bertemu hutan berhati-hatilah dalam mencari makanan raga, karena tidak setiap buah itu baik pilihlah yang cocok dengan organ idealmu, namun kadang hawa membuatku memakan khuldi, tapi teruslah bergembira karena dengan menjadi diri sendiri kita akan merasakan aroma kebebasan.perjalanan ini sudah memasuki babak baru, aku tidak lagi menjadi wayang yang digerakkan oleh dalang, kakiku bebas melangkah kemanapun kusuka, tangankupun bisa menggapai apa yang aku inginkan, tapi perjalanan tetaplah penuh godaan, yang kadang melumpuhkan akal dan membangkitkan sisi gelap jiwa, karena itu tak salah kalo kita butuh teman, ya itulah keseimbangan agar ketimpangan kelak tidak terjadi, inilah proses, seleksi alam kata teori evolusi Darwin, dan inilah yang kujalani, hanya ingin berjalan apa adanya tanpa harus menyamar menjadi orang lain, atau bersembunyi cita lalu mengharap asa. itu bukan gayaku, gak gue banget….mungkin cukup sekian cerita dariku, karena kelihatnnya sudah condong kearah yang subjektif, mungkin lain kali ada cerita lain yang bisa kuutarakan, kadang aku tertawa karena yang kutulis adalah selalu wejangan-wejangan basi yang baru bisa kurasakan di usia kepala dua ini, tertawa tanda syukur tentunya ….thanks God!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s