Sepenggal Kisah dari Negeri 1001 Pure

Posted: April 16, 2012 in Kisah Hidupku

Happiness, Regret and Maturation, mungkin itulah kata yang tepat untuk mengawali kisah perjalanan ini. Teringat sudah 5 kali aq berjalan-jalan mengelilingi pulau yang terkenal dengan Island of God (walaupun bukan oh My God). Padahal ya..sejak kecil gak pernah bisa ngebayangin bisa keliling bali, apalagi sampai 5 kali dalam jangka waktu 2 tahun. Paling Cuma bisa ngebayangin lewat tv. Terdamparnya aq dipulau ini bahkan sampai berkali-kali boleh dibilang tak ada yang benar-benar disengaja, apalagi dengan tujuan liburan seperti orang-orang kebanyakan. Ada factor keberuntungan dan kayakinan. Walaupun tidak semuanya sesuai harapan tapi setidaknya muncul perasaan yang berkata bahwa selama periode 2 tahun ini ada pendewasaan yang didapatkan.

Perjalanan ini memang tak pernah direncanakan, tapi kuyakin Tuhanlah yang telah merencanakan.

Banyak kisah yang ingin diceritakan disini, dari Piala yang hampir ketinggalan hingga ketinggalan kacamata yang bikin gossip hebat dikalangan iconers, ato kebodohan qt yang hampir mo nekat manjat pagar hotel gr2 keluar malam2 tanpa ijin. Bikin iklan di bedugul sambil menari tarian india, ato sok ngomong English sama org prancis yg notabenenya benci ma bahasa inggris. Smsan sama si panitia unyil selama setahun karena uang hadiah yang belum dibayar. Semua itu adalah bagian kisah babak pertama bersama teman2 FKEI dan Iconers yg menjadi bumbu Romance Dawn keberhasilanku di temilnas kali ini.

Berpanas-panas ria didepan terminal ubung sambil menunggu dijemput mar’ah jamilah yang selama ini cm bisa akrab via sms (haha asik juga panas2, dijemput cewe cakep, bikin adem heee)  Bertemu teman2 icon yang friendly, mendengarkan gossip mereka, cukup membuat hati ini bahagia. Berjalan menyusuri Legian road setelah midnight bersama buke(bule kere) asal Belanda yang bahasa inggrisnya ternyata masih pas2an, menyaksikan tempat bom bali dan monumennya. Aq jadi tahu alasan kenapa tempat ini jadi sasaran pemboman beberapa tahun lalu. Melihat orang besar tanpa busana atas di seret dan dipukuli keluar bar gara2 mabuk dari balik kaca mobil, yang dibumbui dengan adegan para pedagang-pedagang kaki lima yang menunggu dan merayu bule2 stress dan kesepian ditepi jalan dengan bahasa inggris yang pas-pasan. Hmph…. Aq Cuma bisa menghela napas…., berhenti di café belgia, duduk dan bercengkrama bersama bule2 mancanegara dengan diringi musik live aliran blues & rock n roll. Aku Cuma bisa memesan air mineral dan kentang goreng hahaha….yg penting jgn smpe mati gaya…..

Di ajak massage di sebuah layanan Spa ternama, dan kaget, karena ternyata tukang messagenya adalah wanita. Dan menyuruh untuk menanggalkan semua pakaianku kecuali panties yang dia berikan wow….what do  u mean girl?? tp Alhamdulillah Iman ini masih tertancap kuat didalam dada. Dengan alasan bahwa aku adalah cowo yang pemalu dan sangat menjaga kesuciannya jadi aq pake celana pendek saja smpe lutut (untung bawa celana pendek, selamat deh). Cerita babak kedua inipun diakhiri dengan membeli oleh2 diKrisna dengan ditemani seorang wanita Sholihah yang juga dengan setia mengantarku ketempat temen yang Ayahnya sedang sakit2an…., hmm…Arigatou Goozaymass.

Keliling semua lembaga keuangan Syariah di Bali, bertemu manajer mereka dan berusaha memetakan kekuatan ekonomi islam disini. Wow aq jadi membayangkan indahnya islam yang rahmatan lil ‘alamin. Belajar Mengenalkan indahnya islam melalui bahasa ekonomi mungkin itu adalah sedikit alasan logis yang membuatku tertarik mengadakan penelitian disini disamping alasan psikologis lainnya. Ramadhan di daerah minoritas, tarawih bareng bule mungkin tidak akan pernah kita temui dikota lainnya. Apalagi kadang sering terlihat pemandangan kontras yang menarik, seorang muslim dengan peci dan jubah putih lengkap berpapasan dengana bule yang hanya mengenakan pakaian dalam, really interesting bagaimana perbedaan tetap bisa menciptakan kedamaian.

Dari sini aq mulai memahami bahwa agama dan ibadah disini adalah sebuah kebanggan, tidak hanya untuk umat hindu yang mayoritas disini. Tapi rasa itu juga meresap kedalam setiap muslim yang hijrah kesini, mereka lebih ingin menunjukkan eksistensi kemuslimannya yang jumlahnya nomor dua. Berbeda dengan kota-kota lainnya di sebelah barat Indonesia yag islamnya mayoritas, banyak dari mereka yang tidak menyadari keislamannya. Karena Islam bukan hanya soal KTP tapi kualitas amal dan ibadah sehari-hari. Namun tapi tak bisa dipungkiri juga, muslim yang kebablasan juga cukup banyak.

Awal kisah dibulan ini dimulai dari naik taksi gratis dari ubung sampe kuta, gara2 pasang wajah madesu (MAnis, peDE n SUsah) depan bapak2 yang notabenenya baru pertama kali ke bali. Istirahat dan berdo’a untuk menyiapkan mental menuju tantangan selanjutnya, awalnya bingung apa yang harus dilakukan sampe seorang teman sms: “Semangat boii…tempat baru, orang-orang yang baru dan kisah yang baru” very like this, saatnya melanjutkan kisah ini kearah yang seharusnya. Naik sepeda menyusuri pantai segara anak, kuta, legian hingga seminyak membuat lebih merasa jadi diri sendiri, menikmati indahnya pagi dipantai kuta sambil merangkai untain nada-nada dan lyric yang indah sebagai ekspresi rasa yang begitu berwarna. Belajar apa yang tak sempat dipelajari di jogja. Menyusuri setiap pantai di sebelah barat pulau bali, dari pantai benggawa, pantai batu bolong, pantai saseh, pantai nyanyi, hingga tanah lot. Mungkin sebagian nama-nama pantai itu tak tercantum dalam peta atau tujuan paket wisata, tapi disitulah aku menemukan banyak inspirasi untuk berbagi. Ada kedewasaan untuk lebih mengenal arti cinta dan persahabatan, indahnya hikmah dan ukhuwah serta menahan ego pribadi untuk saling menghargai.

Tersesat hingga singaraja, mencapai dreamland melalui jaln alternative berbukit-bukit yang tidak mengenakan biaya parkir atau menjadi tourguide sambil menyalurkan hobi fotoghraphy bareng sepupu2ku yang membuatku merasa lebih dekat sama keluarga, apalagi buat seseorang yang sejak kecil sudah tinggal sendiri tanpa keluarga di tanah jawa. Keujanan jam 5 pagi tanpa jas hujan, karena jam masuk kantor yang diluar logika, aq malah menikmatinya. Nonton bareng final piala Asia di Bar dengan hanya memesan kacang dan cola, ditengah penggila alcohol lainnya atau Terjebak Karaokean semalam suntuk bareng bos-bos kantor, yang diselingi dengan duet dadakan bareng kupu-kupu malam sambil menyanyikan lagu “punk rock jalanan” didepan para bos yang bisanya Cuma menghabiskan uang Negara di tempat hiburan. 36 juta hanya untuk karokean semalam, gila g tuh…., coba buat modal usaha, udah jadi warnet satu tuh + franchise yang 5 jutaaan (dasar anak ekonomi hahaha). Aku bersyukur bisa menyaksikan itu semua secara Cuma-cuma dan tanpa mati gaya, jadi bisa mengerti tentang beragam karakter manusia sebelum kelak aku mengkritik lalu merubahnya.

Memulai Penelitian disatu2nya BPRS di aerah ini. Bertemu dengan bu fath, dan segenap krunya. Aq bahagia karena disini seperti keluarga sama seperti kampusku. Ada kekeluargaan dalam profesionalitas. Bertemu dengan nasabah-nasabah non muslim, mencari mereka hingga kerumahnya karena jumlah nasabah non muslim yang ternyata sangat minim, membuatku lebih mengenal karakter nasabah hindu, terutama pengetahuan mereka tentang riba dan ekonomi islam. Karena ini bukan Cuma tentang skripsi dan gelar S1, ini adalah bagian dakwah bilhikmah dlam QS. 17: 125. Dikerumuni karyawati BPRS yang cantik-cantik, makan siang bareng, foto2 narsis bak keluarga dengan kamera professional yang belum ngerti cara makenya hehehe, seneeeng banget, ada gossip ada yang cemburu hahaha, serunya masa muda. Yang penting aku makasih banget untuk semua bantuannya, maaf udah banyak banget nyusahin ya. Penelitian ini tak akan pernah selesai tanpa bantuan dan candaan kalian ^_^.

Konflikpun ikut reda, penelitian skripsi selesai + dapet sahabat dan keluarga baru. Memang tidak salah kalo ada yang bilang persahabatan itu lebih mulia dari manusia itu sendiri. Mungkin Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Ia memberi apa yang kita butuhkan. Dan kesadaran akan kebutuhan itu akan muncul kalo kita bisa mensyukuri setiap anugrah yang Ia berikan. Tanpa uang dan status jabatan, kita bisa menikmati banyak keindahan dan pengalaman. Aku sudah membuktikan, cukuplah dengan ilmu dan kasih sayang. Dan untuk seseorang, aku yakinkan kalau ilmu itu murah, karena ia ada dari setiap yang kita lihat, dengar dan rasakan. Seperti kutipan lagunya Michael Jackson yang berjudul “We Are The World” yang berbunyi:

“We are all the part of God’s Great Big Family

And The Truth, you know love that’s all we need”   

Seorang mahasiswa kere, yang Hp aja gak punya (hehe special thanks dh bwt iva atas pinjaman HPnya), tapi tak pernah mati gaya membuatnya bisa keliling 5 kali ke bali bahkan mpe Lombok. Bahkan sampe berminggu2 disana (haha…temen2 backpacker kayakna lebih paham dlam hal ini hehe). Sekarang saatnya mencari petualangan yang lebih menegangkan. Pengalaman hidup yang sebenarnya, dengan taraf dan level yang tentunya berbeda. Karena tujuan selanjutnya adalah manfaat yang lebih besar pada sesama, ingin sekali rasanya menangis bahagia untuk suatu pencapaian sempurna yang membanggakan. Idealisme itu ada untuk dibuktikan, bukan hanya menjadi slogan. Walau kita akan terlihat berbeda, tapi disitulah keindahannya, ada keteguhan dan kasih sayang. Bukankah proses itu lebih penting dari pencapaian. “Semua yang kulakukan is Magic……..”

Semua ini adalah tentang kejujuran guna menghapus semua kemunafikan yang mungkin ada dipikiran sebagian orang. Dan yakinku seorang sahabat idealnya tentu bisa menerima perbedaan. Dan percaya banyak jalan menuju surga. Kita semua adalah orang yang beruntung dengan latar belakang yang berbeda, tidak semua hal itu sama dan harus sesuai dengan pikiran kita atau golongan yang kita berada didalamnya. Namun yang pasti, seburuk apapun perbuatan yang telah kita lakukan, hati kecil kita mesti selalu berbisik untuk hal yang sama = kebaikan. Bersatulah didalamnya.

Kini saat ketenangan jogja sudah kembali dan jutaan rasa yang tertinggal membuat gelisah hati, aku mulai menuliskannya. Makasih bwt unyil, nv dan semua sahabat iconers lainnya, tenkyu bu fath, elly, dan segenap kru BPRS, tenkyu bwt pak slamet dri BMT atas pengertiannya, pak slamet dri Departemen Pertanian atas sharing pengalamnnya, makasih buat om-om imigrasi atas pinjaman motor dan traktiran2nya serta ibu yang aku tak tahu namanya (makasi udah nyuciin bajuku selama nie). Pengalaman ini sangat berarti bagiku…, tak ada kata dada, paha ato ceker ayam…apalagi goodbye atau selamat tinggal dalam kamus persaudaraan versi gw, karena kita saudara yang akan bertemu lagi. Sampai ketemu lagiii yaaaa.., moga kelak takdir akan mempertemukan kita kembali.

 Yogyakarta,  10 Februari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s