23 tahun..,Renungan pembangun harapan

Posted: April 16, 2012 in Muhasabah Hati

Hari ini, selasa, umurku bertambah setahun lagi, sudah semakin tua terasa. Tapi aku masih merasa belum melakukan apa-apa, hari itu di barak pengungsian, aku tidur beratapkan langit hingga dibangunkan tuhan melalui rintikan air hujannya. Ya hari itu aku sedang bertugas sebagai relawan bagi korban bencana merapi, yang baru-baru ini menjadi bagian dari rentetan tragedy bencana di negeri tercinta ini. Pagi itu kusadari bahwa aku sudah tua, dan sudah saatnya menjadi dewasa, tapi jujur aku tak tahu bagaimana caranya. Selama nie aku slelau berpikir dan bermuhasabah bahwa semua yang telah kulakukan masih jauh dari apa-apa yang dulu pernah kubayangkan, sebenarnya apa sih yang dulu pernah kubayangkan? Aku selalu mebayangkan kebahagiaan, senyuman, dari hati ini dan orang lain disekitarku yang merasakan manfaat aku diciptakan didunia ini.

Kefanaan raga, aku menyadarinya suatu saat aku akan meninggalkannya. Maka yang selalau kucari adalah kepuasan jiwa, yang kusebut dengan istilah “Romance”, dalam bahasa gaulnya “Keajaiban Rock N roll” bahasa Islaminya “Min haitsu laa Yahtasib”, itulah yang menjadi tujuan hidupku, saat aku mulai sadar apa sebenarnya arti syukur, apa sebenarnya arti ikhlas, apa sebenarnya arti tawakkal, apa itu cinta kepada Allah, dan apa itu mardhatillah, dan saat itulah aku mulai menyadari bahwa Allah adalah satu-satunya tujuan akhir hidupku. Suatu kemuliaan yang sangat susah untuk dirasakan, penuh cobaan, rintangan yang tentunya membutuhkan kokohnya keteguhan hati. Aku berharap bias menemukannya…

Mengasah potensi diri, menemukann diri sendiri adalah bagian dari prosesnya, banyak kegagalan memang, tapi disitulah sabar kita di uji, iman kita di pertaruhkan, akankah kita masih percaya pada hikmahNya? Semua indah memang ada waktunya, tak semua yang kita rencanakan menjadi kenyataan. Saat rasa hampir kehilangan keyakinan dan iman, cahaya ramadhan datang mneyinari gelapnya hati, membimbing kembali ke jalan yang benar, mulai berbenah diri, dari apa yang salah? Dan ternyata kita tak bisa terlalu banyak menggantungkan hidup pada orang lain, khususnya pasangan hidup karena mereka juga mahluk yang fana. Orang besar hanya akan menggantungkan hidupnya pada Dzat yang maha Besar pula, Allah SWT, dari sini aku mulai belajar tentang cinta kepada Allah, Rasulullah, Keluarga dan Teman-teman yang ada disekitarku, kusadari ternyata merekalah yang selama ini menjaga keimananku, sebagai sahabat perjuangan, menghiburku disaat sedih dan membuatku tersenyum disaat ku ditimpa beragam masalah, mereka selalau ada unttukku, walaupun mereka selalau datang silih berganti, aku sadar itu bagin dari cara tuhan untuk menolong hambanya dengan indahnya perbedaan, Terima KAsih ya Allah.

Ada kekacauan diri yang harus kubereskan, puzzle jiwa ini harus segera disatukan, itulah tugasku setahun kedepan, tidak banyak dan tidak sulit hanya membutuhkan keteguhan dan keyakinan, Romance Dawn. Belahan Jiwa aku tak tahu dia siapa dan dimana dia sekarang, tapi aku yakin aku akan menemukannya disaat aku telah menemukan jati diriku sendiri, karena itulah dia diciptakan dari tulang rusukku, artinya ia ada dalam diriku. Sebuah mistrei besar yang akan suit kupecahkan ditengah perjuangan menjadi khalifah tuhan, tapi itulah yang membuat cerita ini berujung Romance, Romance Dawn, for long life adventure….

Take us in the best way (Allah)

Guide us every single day ya Allah

Komentar
  1. […] Catatan Milad di tahun 23 – Renungan Pembangun Harapan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s