Perjalanan Cinta

Posted: Maret 1, 2012 in Puisi Jiwa

Semburan asa disungai duka

Menghias dipadang hijau yang gundah

Aku melihat burung merangkai nyanyian

Pada lantunan sunyi sang hati

Lalu nada itu berbisik:

”Sampaikanlah keujung alpha, saat pikiran tak lagi menaungi manusia”

Cinta meringis diantara kuncup-kuncup bunga

Tersenyum di gontai Majnun yang mengharap uluran Layla

Hingga burung itu terbahak:

”apa kau rasa? Kelammu membutakan cinta ”

Dan mendadak daun berserakan itu terbang, membentuk tulisan:

”Cinta yang mana?”

Cinta,oh cinta

Secercah fajar menembus harap, sel-sel jiwa gemetar memberi ketulusan

”inilah cinta” kata sang kumbang

”inilah cinta” kata sang bunga

”inilah cinta” kata bulan purnama

Semuanya bersahutan, dalam tahapan ikatan takdir ilahi

Lalu asa itu terhanyut, bait-bait terkubur

Dalam pertautan suci; tidak kawan! Semua kan tetap abadi

Pada dendang lagu jalanan disore hari

Pada setiap kenangan yang terekam di hati

Pada senyuman hangat yang telah kau beri

Pada kerelaan jiwa seorang sahabat sejati

Dalam do’a kulabuhkan mimpi

Dalam waktu ada syukur atas indahnya perjalanan ini…

Kawan…, Moga kita bisa bertemu kembali.

19 September 2011 — Puisi lama yang bersemi kembali

Komentar
  1. […] detak cinta ini mulai terpacu […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s