Antara Makna dan Hampa

Posted: Maret 1, 2012 in Muhasabah Hati

Dalam Buku Relawan Dunia Kutipan temanku ia berkata “hidup bukan hanya menjadikan kita pelayan bagi orang-orang yang ingin belajar, tapi hidup juga slalu mengajarkan kita untuk berkarya”. Dulu aku pernah bermimpi untuk mengubah dunia, mendambakan negri impian yang penuh dengan senyuman. Seperti ketulusan para relawan. Namun saat waktu untuk merealisasikan itu tiba, beragam anggapan dan pendapat kerap membingungkan asa. Kalo saat itu keyakinan kita goyah, pasti kita akan mudah terbawa suasana. Ada pelajaran berharga yang kudapat dari diskusi hari ini, dunia memang diciptakan dengan perbedaan, dan kita harus toleransi untuk menghadapinya, namun jangan biarkan toleransi itu mengubah kita menjadi sosok yang tak jelas asal – usulnya. Hamba – hamba PNS, kaum egosentris, Kaum professional, kaum idealis, kaum materialistis, kaum pemalu hingga kaum-kaum yang tak tahu malu. Tentu menuntut sikap yang berbeda dalam pergaulannya. Tapi jangan sampai kita lupa untuk jadi diri sendiri yang teguh untuk membuat dunia menjadi tempat lebih baik.

Mungkin sebenarnya kita tak harus mengubah dunia, namun jangan biarkan juga dunia mengubah kita. Topanglah hati untuk berjalan bersama keteguhan agama. Kalo kita sering melihat film Hollywood kadang kita sering mendengar kata-kata “We’ll Change the World” sebuah slogan arogansi yang selalu membuat mereka bangga, atau mungkin kita juga ikut – ikutan bangga mengumumkannya. Tapi lihatlah, perubahan dunia apa saja yang terjadi saat ini, perdamaian palsu ditengah penjajahan ekonomi, senyuman palsu demi keuntungan pribadi atau kebaikan yang malah membuat kita tinggi hati. Hidup terlalu singkat kawan untuk diisi dengan kepalsuan. Dan Cinta juga terlalu indah untuk dipalsukan. Ketika kita memaksakan cinta lewat kenangan dan foto-foto yang sebenarnya sudah bosan kita lihat tapi tak pernah bosan untuk dipamerkan, atau ketika kita menutupi kejengkelan dengan pujian-pujian yang sebenarnya sangat berat untuk diungkapkan, ada kebaikan dalam kebohongan. Apakah itu juga slogan yang kau banggakaan?

Aku ingin apa adanya teman, uang memang bukan segalanya, tapi hidup tanpa uang kadang membuat hidup menjadi sengsara. Tapi uang tetaplah ciptaan manusia, jangan sampai ia menjadi tujuan yang membuatmu lupa tentang ciptaan Tuhan yang terpatri indah dalam jiwa manusia. Rasa Cinta. Karena Ia hanya ada untuk jiwa – jiwa yang lapang, ia adalah bumbu kehidupan yang selalu tulus memberi kebahagiaan, bahkan ia dapat menghadirkan senyuman ditengah kelaparaan, dan ia pula yang sebenarnya menyatukan perbedaan. Lihatlah kawaan, tidak ada orang besar yang hidup berorientasikan uang, mereka selalu punya visi yang kuat untuk meraih tujuan. Perbuatan mereka seakan menjadi aksioma inspirasi yang tak terbantahkan. Maka tentukan visi dan tujuanmu. maka InsyaAllah yang Maha Kuasa akan segera mengatur rezekimu. Karena kekuatan visi akan tujuanlah yang akan menjaga semangat, melakukan semua pekerjaan dari hati, melewati proses hidup dengan bersahaja, hingga kelak akan meraih hikmah yang tak pernah disangka-sangka.

Lahir, Balita, Sekolah, Kerja, Nikah, dan Mati tua. Apakah itu proses hidupmu kawaan?? Kamulah yang menentukan apakah proses itu menjadi bermakna atau hanya aliran waktu yang hampa.

Life is never Flat. Iklan bangeet sih…., tpi aku sukaa^^

Sebuah Dialog Hati

16 Januari 2012 — pukul 00:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s